Halaman


Jumat, 01 Desember 2017

Tak cukupkah?

Perlakuan apa lagi yang akan kau lakukan...
Perkataan apa lagi yang akan kau ucapkan...
Kebusukan apa lagi yang akan kau tuangkan..

Tak cukupkah dengan semuanya?
Tak cukupkah airmata ini kau buat mengalir?
Tak cukupkah?

Sabtu, 25 November 2017

Hey lelakiku....

Hay lelakiku.
Aku menyayangimu tulus, aku memberikannya tanpa pamrih dan tanpa ada imbalan sedikit pun.
Bila kau berfikir itu hanya sebuat kemunafikan maka aku akan mencoba untuk mundur.

Rabu, 22 November 2017

Tuan tanpa nama

Hei tuan tanpa nama
Bisakah sedikit saja kau lebih serius?
Jangan buat aku takut akan melangkah.
Dan jangan buat aku berhenti untuk menetap.

Hei tuan tanpa nama
Ini hati, yg begitu serius untuk bangkit.
Ini perasaan, yang begitu fokus untuk kedepan.
Bisakah untuk aku tidak menunggu, agar aku tidak menerka sendiri.
Bisakah untuk aku tidak bersabar lebih lama, agar aku bisa berfikir untuk masa selanjutnya.

Hei tuan tanpa nama.

Rabu, 18 Oktober 2017

Sakit

Ya tuhan..
Rasanya sakit...
Saat perasaan ini terbalas namun tak dapat dimiliki seutuhnya...

Saat hati ini bertahan namun tak sanggup untuk menampung.
Saat pikiran ini mulai jernih namun tak sanggup untuk menerima

Selasa, 10 Oktober 2017

-

Apa yang kau lihat darinya?
Kau selalu di anggap wanita munafik..
Kau selalu di anggap wanita murahan...
Tak ad lagi kepercayaan yang timbul dari dalam dirinya.

Kenapa rasanya kini berbeda?
Apa lagi yang kau pertahankan?
Apa lagi yang kau ingin lihat?
Sudah jelas...
Sudah terlihat...
Kenapa kau kini seakan menutup semuanya?

Kini tak perlu lagi kau berkata...
Kini tak perlu lagi kau buktikan...
Kini tak perlu lagi kau sesali...
Dan kini... Tak perlu lagi kau harapkan....

Minggu, 17 September 2017

Hai...

Hai!!!
Kamu yang disana.
Bagaimana keadaanmu?
Bagaimana perasaanmu saat ini?
Apa kamu baik" saja?
Apa kamu menikmati kehidupan yang ada?

Hai!!!
Kamu yang disana.
Aku ingin memberi tahukan kepadamu.
Hati ini terkadang sakit.
Hati ini terkadang mati akan rasa.
Hati ini terkadang pilu.

Hai!!
Kamu yang disana
Dapatkah kamu merasakan?
Dapatkah kamu menyelesaikannya?
Hmmm... Kurasa tidak...

Teruntuk kamu!

Teruntuk kamu yang selalu ada di hati.
Terlalu banyak orang lain yang berfikir jelek tentang kamu, terlalu banyak orang lain tidak suka dengan kamu.
Meskipun semua apa yang dibicarakan mereka memang benar, aku tidak pernah menutup mata, aku tidak pernah menutup telinga.
Aku melihatnya, aku pun mendengarnya.
Kmu tau apa yang terdapat di benak ku sekarang?
Aku benci dan aku muak dengan semuanya!!...
Karna apa?
Karna aku tidak pernah mendengar langsung dari mulut kamu.
Tak sedikitpun kejujuran itu kmu perlihatkan, kau ajarkan aku pikiran,hati dan ucapan syncrn tapi nyatanya kmu pun sndri seperti itu.
Lebih baik sakit krna kamu jujur, dari pada aku harus mendengarnya dari orang lain.